Sabtu, 17 April 2010

DRAFT BOROBUDUR PROJECT PONDOK PESANTREN ALAM

DRAFT
BOROBUDUR PROJECT
PONDOK PESANTREN ALAM

Pendahuluan

Adalah pondok pesantren Darul-Hikmah yang dikelola oleh Muhammadiyah cabang Borobudur dan berlokasi di desa Brangrowo. Desa ini mayoritas adalah warga Muhammadiyah dan daerah tersebut adalah cikal bakal Muhammadiyah di Kabupaten Magelang.

Pondok pesantren tersebut masih embrional -- menurut pengasuh pondok -- perlu disentuh dengan konsep yang menarik dan smart. Karena posisi istimewa pondok tersebut di kawasan candi Borobudur, sebuah candi yang terkenal di seluruh dunia dan salah satu dari keajaiban dunia. Maka pembangunan pondok pesantren mestilah dalam bingkai isue International sehingga aspek informasi – publikasi dakwah menjadi berkwalitas di mata dunia.Demikian juga aspek komunitas Budhist international yang menjadikan situs Borodudur sebagai olah spiritual, maka ke depan pondok ini harus menjadi salah satu pondok alternatif dalam mengolah - mengasah spiritual Islam.


Konsep Dasar

Dengan letak pondok yang strategis dan istimewa di kawasan internasional tersebut maka harus disentuh dengan pendekatan isue NGO seperti :
1. Gender
2. HAM
3. Lingkungan hidup
4. Pluralisme
Empat isu ini yang sudah menjadi trend internasional.Dalam kontek ini isue yang tepat adalah Lingkungan hidup dan Pluralisme. Mengingat posisi Borobudur sebagai ranah spiritual maka muatan gerakan New Age akan menambah karakter pondok tersebut. Sebagaimana isue yang dikumandangkan New Ager adalah seperti: Perenial, Spiritual adventure, Keselarasan dengan alam, Universal way dan Aquarian konspirasi (termasuk pengobatan holistik)

Berangkat dari konsep-konsep dasar tersebut terumuslah gagasan ideologis yaitu
1. Berbasiskan alam (Pondok Pesantren Alam).
Dengan action plan:
a. Konservasi alam dengan pendekatan Integreted Farming
b. Bambu sebagai unggulan konservasi,karena;
 Bambu mudah budidayanya
 Masa panen yang pendek 2 – 3 tahun dibanding dengan kayu 15 – 20 tahun
 Bagus untuk resapan air alam, mencegah erosi lingkungan
 Pengolahan pasca panen yang mudah, dengan tehnologi modern seperti industri; Floring, Supit dan lain-lain dan tradisional; gedek, kranjang,besek dan lain-lain
c. Varitas pendukung dalam kerangka pengobatan holistik adalah tanaman Herbal
d. Integreted farming tertuang dalam proposal tersendiri
e. Landcap natural dengan basic desain artistik dari Bambu (foto terlampir)

2. Silabus pengajaran berasas Teologi Lingkungan Hidup.
Seperti QS......Bahwa kerusakan dimuka bumi adalah akibat perbuatan manusia......Juga kearifan simbolik qurani lainnya misalnya tradisi zakat fitrah dengan beras/gandum dan qurban dengan hewan ternak ini mengindikasikan kesadaran teologi farming dan lain-lain.

3. Faktor yang istimewa diranah spiritual dan munculnya pusat-pusat spiritual-mistism sekte-sekte Budhis maka tidak berlebihan kalau pondok Darul Hikmah juga mempunyai aktifitas olah Spiritual-Mistism, disamping kondusif juga segmented, olah spiritual ini kedepannya bisa sebagai laboratorium MaQ yang digagas Prof DR.A Munir Mulkhan. Misalnya dengan latihan;
a. Patrab(konsep pengenalan Tuhan melalui menyatu dengan alam)
b. Sholat Khusuk
c. Dzikir
d. dll.

4. Pondok Darul Hikmah disamping diranah spiritual juga di kawasan wisata, maka pondok diorientasikan juga sebagai Kunjungan Wisata dengan menjual tradisi agama dan eksotisatan dengan mengeksploitasi seni lokal misalnya eksplorasi musik dari alat-alat Bambu seperti Degung Bali, seruling hingga angklung juga tari-tari islami-sufistik

Kesimpulan

1. Pondok Darul Hikmah sebagai tempat yang istimewa dan strategis untuk dakwah membangun image tentang keislaman dengan wacana modern yang mempunyai visi humanistik dan ekologis
2. Pondok mempunyai karakter teologi pro lingkungan hidup dan pendekatan humaniterian dengan spiritual - sufistik
3. Pondok yang peduli konservasi lingkungan dengan pendekatan integreted farming
4. Pondok mempunyai orientasi traveling-wisata
5. Pondok mengeksplorasi aktifitas seni – budaya

Organisasi
Kerjasama Falsafatuna dan Pondok Darul Hikmah Borobudur

Penutup
Draft ini terbuka untuk didiskusikan
Kontak person Hangno 0856 4308 5885

Kamis, 15 April 2010

CONTOH PROPOSAL; Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Pendahuluan
Aktivitas “batuk” Gunung Merapi tidak selamanya menakutkan. Bagi warga di lereng Gunung Merapi, aktivitas semacam ini bisa jadi membawa berkah. Salah satunya adalah penambangan pasir, yang tadinya adalah lahar dingin yang dihanyutkan ke sungai-sungai di sekitar Merapi.
Jumlah pasir dalam sungai-sungai di sekitar Merapi harus selalu dijaga dalam kondisi optimal. Yakni tidak boleh ditambang dalam jumlah yang besar sehingga merusak lingkungan, namun juga tidak boleh dibiarkan melimpah sehingga mengurangi daya tampung lahar jika suatu saat Merapi “batuk” lagi.
Sebagaimana sudah banyak diberitakan bahwa warga di sekitar Gunung Merapi di empat kabupaten; Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang ramai-ramai menambang pasir yang berasal dari muntahan lahar Merapi. Bahkan penambangan ini dilakukan secara besar-besaran yang justru bukan hanya dilakukan oleh warga sekitar, melainkan oleh warga dari tempat lain dengan mendatangkan alat-alat berat. Warga sekitar Gunung Merapi hanya bisa menyaksikan proses perusakan alam yang demikian hebat ini.
Menyadari hal ini maka upaya komprehenship untuk menjaga keseimbangan alam atau volume pasir dalam sungai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan atau pengembangan masyarakat melalui craftmanship.
Tujuan
Proyek pengembangan masyarakat berbasis craft berbahan dasar pasir ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sekitar gunung Merpai perlu ditingkatkan kesejahteraannya terutama sekali masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya melalui penambangan pasir.
2. Rekruitmen tenaga kerja. Keberhasilan dari craft atau home industri lainnya di tingkat masyarakat adalah terserapnya tenaga kerja yang cukup banyak. Terjadinya proses perekrutan ini karena sifat dari home industri rakyat ini adalah padat karya.
3. Mengurangi waktu masyarakat untuk menambang pasir. Waktu luang masyarakat yang demikian besar mendorong mereka untuk bekerja sebagai penambang pasir. Proses produksi (adalam penambangan pasir) yang demikian pendek mengakibatkan volume penambangan menjadi demikian besar. Craft membutuhkan waktu dan proses produksi yang lebih panjang dari sekedar melakukan penambangan. Sehingga efek berikutnya adalah volume penambangan pasir menjadi tidak begitu besar.
4. Menjaga keseimbangan alam. Proses produksi yang lebih panjang atau bisa juga dimaknai dengan pengurangan waktu masyarakat untuk menambang pasir, pada akhirnya akan mampu menjaga kesimbangan volume pasir dalam sungai atau kantong-kantong lahar. Dengan demikian juga akan mengurangi proses perusakan alam.

Materi Pelatihan :
1. Business Motivation
2. Enterpreneurship
3. Business Management
4. Keterampilan Teknis
5. SWOT
6. Channeling
Organisasi
Pengelola pelatihan adalah : Yantra (Yayasan Cahaya Nusantara) bekerja sama dengan APIKRI Yogyakarta dan masyarakat lereng Gurung Merapi.
Masing-masing stake holder bertindak selaku :
Yantra :
a. Project Management
b. Community Development
APIKRI :
a. Funding Agent
b. Marketting Agent
Masyarakat Lereng Merapi:
a. Pengembang Produk
b. Penerima manfaat
1.
Penutup
Tak ada gading yang tak retak. Diskusi Selanjutnya hubungi Hangno (085643085885)
Email : tikarbudaya@yahoo.com
Lampiran 1

Tahapan-tahapan Pengembangan Masyarakat Craft

Tahapan Kegiatan Waktu Output
1 Observasi 1 Observasi Bulan ke-1 1. Data potensi craft
2 Lokakarya Hasil Observasi 2. Jenis craft yang akan dikembangkan
2 Pelatihan Pelatihan craftmanship Bulan ke-2 Terselenggaranya pelatihan
3 Produksi 1 Produksi awal Bulan ke-3 s/d ke-6 1. Beberapa jenis produk
2 Pendampingan 2. Evaluasi terhadap produk
4 Penetrasi Pasar 1 Even craft daerah Bulan ke-7 s/d ke-12 1. Adanya even di daerah
2 Keikutsertaan dalam even nasional 2. Keikutsertaan dalam even nasional
3 Mengundang buyers dan / atau pembuatan website 3. Website
5 Inkubasi bisnis craft 1 Semiloka trading house Bulan ke-8 s/d ke-9 1. Terselenggaranya semiloka
2 Pembuatan trading house dan trading company 2. Terbentuknya trading house / trading company
6 Pemantapan produksi dan ekspor 1 Pemantapan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar dan hasil evaluasi produk Bulan ke-10 s/d ke 12 1. Produk layak ekspor
2 Sinergitasi craftman, trading house, trading company, lembaga keuangan dan pemerintah 2. Ekspor produk
Lampiran 2
Anggaran Pelatihan Craftmanship
No Mata Anggaran Harga Satuan Q Satuan F Satuan Jumlah
A. Common Interest
1 Akomodasi 250,000 30 orang 15 hari 112,500,000
2 Training kit 100,000 30 orang 1 paket 3,000,000
3 Organiser Comite 100,000 3 orang 15 hari 4,500,000
4 Sewa Komputer 300,000 1 unit 15 hari 4,500,000
5 Photocopying 2,000,000 1 paket 1 paket 2,000,000
6 Stationery 200,000 1 paket 15 hari 3,000,000
7 Transportasi 250,000 1 unit 15 hari 3,750,000
8 Dokumentasi 5,000,000 1 paket 1 paket 5,000,000
Sub Total 138,250,000
B In Class
9 Sewa LCD 300,000 1 unit 6 hari 1,800,000
10 Honoraria
10.a Facilitator 2,000,000 2 orang 6 hari 24,000,000
10.b Narasumber :
10.b.1 Business Motivation 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.2 Enterpreneurhip 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.3 Business Management 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.4 SWOT 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.5 Pembuatan Proposal dan Channeling 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.6 e-Commerce 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
11 Notulensi 250,000 2 orang 6 hari 3,000,000
Sub Total 40,800,000
C Out Class
12 Honoraria
12.a Pendamping/Asistensi 500,000 2 orang 9 hari 9,000,000
12.b Instruktur 1,000,000 2 orang 9 hari 18,000,000
12.c Kunjungan Industri 3,000,000 4 tempat 1 paket 12,000,000
Sub Total 39,000,000
Total 218,050,000

Contoh Proposal : T o r Sepeda Gembira


T o r
Sepeda Gembira

Pendahuluan

Sepeda bagi warga Jogja tidak hanya sekedar alat tranportasi, tetapi telah menjadi identitas – branding budaya Jogja.
Kebanggaan warga Jogja dengan sepedanya cukup beralasan karena bagi para pengamat social budaya, ciri masyarakat demokratis bisa dilihat dari perilaku pemakai jalan raya bila warganya menghormati pemakai sepeda berarti warga tersebut sadar demokrasi dan Jogja pengendara sepeda tidak hanya di hormati tetapi telah menjadi ikon Jogja dengan slogan Sego Segawe bersepeda untuk Sekolah dan Bekerja, rambu lalu lintas dan jalur sepedapun telah dibuat sebuah langkah maju bagi kominitas sepeda, dan semakin memantapkan Jogja sebagai barometer demokrasi Indonesia.
Bersepeda saat ini tidak hanya masalah transportasi saja tetapi telah berkembang ke issue-isue lingkungan dan pemanasan global bahwa untuk mengurangi polusi udara perkotaan sangat disarankan pengurangan emisi polusi dengan bahan bakar ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan menggalakan pemakian sepeda dan kota Jogja mendapat predikat kota yang rendah kadar polusinya.
Bersepeda di Jogja disamping menjadi transportasi tradisional kemunculannya kembali atau menjadi Up to Date pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak muda kreatif dengan meredesain sepeda lawas dengan desain-desain menarik jadilah sepeda Onta sehingga muncul merek merek terkenal sepeda Oenthel Tempoe Duloe seperti Gazele,Simplex,Phonix dll, kemudian terus berkembang sampai muncul sepeda-sepeda sport seperti sepeda Polygon yang harganya bisa melebihi harga sepeda motor. Komunitas bersepedapun terus berkembang dan beragam, bersepeda tidak hanya kebutuhan transportasi individual tetapi telah berkembang menjadi komunitas dan Gaya Hidup.
Dan bersepeda dijadikan terapi kesehatan oleh para pakar kedokteran.
Istilah wong Jowo bersepeda telah munggah Drajate dulu orang bersepeda identik dengan orang tidak mampu sekarang justru sebaliknya menjadi Life Stylle.
Dengan melihat arti pentingnya bersepeda perlu diadakan event-event yang terus mendukung existensi bersepeda sebagai ikon Jogja.

Maksud dan Tujuan

1. Memantapkan sepeda sebagai ikon Jogja
2. Memberi wadah kreatifitasan warga Jogja
3. Mensukseskan program Sego Segawe
4. Mengurangi kadar polusi kota
5. Mengapresiasi issue Pemanasan Global
6. Kampanye hidup sehat
7. Membuat kalender event sepeda tahunan bersekala nasional

Nama Kegiatan

Sepeda Gembira TOUR De PARIS – JAKAL
Ada tiga opsional rute
1.Peserta kumpul dan Start dari Monumen Monjali lalu mengikuti rute kearah jalan Kaliurang (Jl.Jakal) terus ke timur menyusuri ring road timur ke selatan ke jalan Parang Tritis (Jl.Paris) dan finish di Piramide Resto
2. Jalan Paris dengan start di Piramide Resto lalu menyelusuri ring road timur melewati jalan Jakal dan finish di Monumen Jogja Kembali
3. Monumen monjali lurus keselatan melewati Malioboro – Kraton – Gading – Krapyak lalu ke jalan Paris dan finish di Piramide Resto.

Event ini memanfaatkan plesetan gaya Jogja dari moment tour-relly legendaries dunia yaitu Tour de Paris – Dakkar menjadi tour sepeda Gembira yang kebetulan nama tour tersebut punya padanan plesetan tempat di Jogja yaitu Paris ke dalam Jl Parangtritis yang biasa disingkat dengan Paris. Sedangkan Dakkar mirip atau bisa diplesetkan dalam Jakal yang di singkat dari Jl.Kaliurang.
Dan image-image tentang route taur de Paris-Dakkar juga terdapat di Jogja yang dijadikan Strat-Finishnya kegiatan yaitu Resto Piramide dan Monumen Monjali yang bisa diimeagekan dengan Pirameda 2 Mesir-gurun-gurun Afrika.

Tehnis Pelaksanaan

1.Pelaksana tehnis adalah Lembaga Yantra
Sponsor Utama adalah Pemkot dan Co sponsor
2.Peserta dibagi dalam dua kreteria yaitu;
a. perorangan
b. Group
3.Sistem penjurian
a. Sistem undi doorprize
b. Sepeda Unik
c. Sepeda antic-lama
d. Kekompakan Team untuk kelompok
e. keunikan kontum team maupun perorangan
4. waktu adalah 31 Desember 2009 sebagai agenda acara akhir tahunan.

Out put

Out put bagi pemkot adalah sosialisasi kebijakan politik Sego Segawe juga sosialisasi dalam rangka kota minim polusi dan partisipasi kampaye global warming

Bagi sponsor terkait adalah Branding dan Promosi

Dewan Juri

1. Perwakilan pemkot
2. Perwakilan LSM
3. Perwakilan Dinas pariwisata
4. Perwakilan dari Klub Sepeda

Hadiah

-

Biaya

(terlampir)

Penutup

CONTOH PROPOSAL : PROPOSAL PENGEMBANGAN DESA WISATA SENGI

PROPOSAL
PENGEMBANGAN DESA WISATA SENGI

Pendahuluan

Desa Sengi Kecamatan Talun Magelang , adalah sebuah kawasan lereng gunung Merapi yang sangat subur, dengan panorama lembah dan ngarai yang cantik.

Secara umum masyarakatnya adalah petani padi dan sayuran yang maju, hasil buminya menjadi suplaiyer daerah daerah Jogjakarta dan Semarang dan di daerah Sengi ini terdapat sentra pasar sayur Agropolitan .

Selain daerahya sentra Sayur Mayur daerah lereng gunung Merapi ini di jadikan daerah tambang pasir, untuk yang terakhir ini bagi warga Sengi cukup memprihatinkan karena terjadi kerusakan lingkungan yang cukup parah dengan tidak seimbang antara penghasilan warga dari menambang pasir dengan kerusakan lingkungan yang di hasilkan. Untuk itu beberapa warga berusaha mengatasi masalah tersebut dengan menjadikan pasir tersebut sebagai bahan kerajinan yang mampu menjadikan nilai lebih pada material pasir dibandingkan kalau hanya di tambang maka di harapkan mampu menghambat laju kerusakan lingkungan

Selain itu masyarakat desa Senggi sangat dekat dengat sosio histories sebagai manusia lereng gunung Merapi sebuah gunung yang sangat aktif di dunia yang setiap saat bisa memuntahkan lahar dan menjadi bencana dahsyat. Sebagai penghuni daerah labil tersebut masyarkat desa Sengi sangat riligius dengan diekpresikan lewat seni budaya yang sangat menarik, di daerah ini hidup aneka macam kesenian seperti tarian Klasik, wayang orang, maupun wayang kulit, seni rakyat Jatilan, Warok dan juga seni kontemporer.

Di bidang kesenian masyarakat desa Senggi ini sangat terkenal dengan Momentum Festival Lima Gunung yang di ekspos secara nasional dan sudah berlangsung lima kali berturut-turut. Di sini juga hidup beberapa seniman local yang punya reputasi nasional.
Dan di daerah ini juga terdapat artefak arkeologis yang sangat eksotis yaitu peningalan candi abad-abad ke 7 – 8 an yaitu candi Asu, Candi Lumbung dan Candi Pendem yang tertelak di tengah persawahan, suatu pemandangan yang alami.

Maka sangat tepat bila daerah tersebut di kembangkan menjadi Desa Wisata melihat dari factor potensi pendukung Obyek dan Daya Tarik wisata (ODTW) diatas juga daerah ini adalah jalur wisata Ketep Pass sebuah kawasan wisata pemandangan dan edukasi gunung Merapi – Vulcano. Juga jalur wisata segitiga Joglo Semar ( Jogja – Solo - Semarang).

Maksud dan Tujuan

1. Mengoptimalkan potensi daerah sebagai jalur distinasi OTDW wisata Ketep Pass
2. Mengoptimalkan potensi Daerah Agropolitan untuk di redesain sebagai daeah wisata Agroorganik dengan basic wisata Argo organic tersebut turis di kenalkan makanan sehat alami
3. Mongoptimalkan potensi View yang ada dan kontur tanah yang kondusif sebagai wisata Tracking dan outbond
4. Mendesain desa Sengi sebagai daerah penyangga lingkungan di lereng merapi dengan ketrampilan kerajinan di desain menjadi desa wisata Kerajinan
5. Mengangkat potensi wisata lainnya yang banyak di daerah tersebut misalnya wisata Budaya dan Wisata arkeologi
6. Menambah penghasilan masyarakat
7. Menjaga kelestarian hayati dan lingkungan hidup

Tehnis

Untuk pengembangan Desa Wisata perlu meredisain desa Senggi menjadi kawasan Desa wisata terpadu dan Representatif yaitu ;

1. Memetakan dan mengintregasikan potensi wisata yang ada seperti wisata agro, wisata Tracking dan outbond, wisata arkeologi, wisata budaya dan wisata kerajinan.
2. Menata kawasan desa dengan desain yang artistic – menarik dan unik sebagai daerah kunjungan wisata
3. Tersedianya tempat Parkir dan MCK yang presentatif
4. Tersedianya Homestay dan Resort dengan arsitekktur rumah khas lereng Gunung merapi dengan view gunung Merapi
5. Tersedianya infrastruktur yang memadahi misalnya jalan-jalan masuk yang baik
6. Tersedianya teater terbuka untuk pentas seni tradisi
7. Tersedianya aula dan lahan sebagai Laboraturium Wisata Agroorganik yaitu sebuah semi museum yang memberikan contoh dan pengetahuan tentang dunia tanaman organic.
8. Membuat workshop atau bengkel kerja pengrajin menjadi showroom yang menarik sehingga memudahkan pembeli yang hendak belanja
9. Mengadakan pelatihan tentang kepariwisataan yang berbasiskan masyarakat atau ecotorisme.
10. Promosi dengan mengikuti event pariwisata di tingkat nasional maupun international dan pembuatan website


Organisasi

Karang taruna desa Sengi kecamatan Talun Magelang

Monografi Desa Sengi

No Dusun Jlh KK L P JLH Pengangguran
1 Ngampel 209 345 357 702 174
2 Candi Duwur 112 184 191 375 93
3 Candi Tengah 76 119 126 245 61
4 Candi Pos 46 81 76 157 38
5 Sengi 291 479 501 980 244
6 Gowok Ringin 142 241 253 494 123
7 Gowok Pos 207 320 311 631 156
8 Gowok Sabrang 166 258 297 555 138
1.249 2.027 2.112 4.139 1027


3. Pekerjaan Penduduk

1. Petani/buruh tani : 90%
2. PNS : 1 %
3. Lainnya : 9%


4. Kesenian

1. Ketoprak
2. Tari-tarian
3. Dayakan
4. Reog Ponorogo
5. Jathilan
6. Jalantur
7. Kobro siswo
8. Campur Bawur
9. Jangkrik Ngentir
10. Rebana


5. Kebudayaan

1. Sadranan
2. Perti Dusun
3. Upacara Kelahiran
4. Upacara Pernikahan
5. Upacara Kematian

6.Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW)
Distinasai ODTW yang potensial di kembangkan menjadi Desa Wisata adalah :
1. Peninggalan arkeologi –candi Asu, candi Pendem, candi Lumbung
2. Pemandangan gunung Merapi – gunung Merbabu, yang cocok untuk Perkemahan, Home Stay maupun Resort
3. Kuntur tanah yang cocok untuk Tracking, Relly dan Off Road, Hash, out bound, Para layang
4. Sungai sungai yang menarik untuk rafting dan pemancingan
5. Wisata Agro, sangat menarik dengan wisata Agro Organiknya
6. Seni dan Budaya, yang sudah mempunyai kalender Event
7. Kerajinan: Patung –Pahat Batu dan Bambu


7. Aksi social – lingkungan

1. Penolakan (demo warga) Pertambangan yang ada di desa Sengi
2. Jalan Sengi tidak boleh di lewati sebagai jalur penambangan


Akses Jalan dan Obyek Wisata Utama

Obyek Wisata Utama di sekitar desa Sengi adalah :

1. Ketep Pass
2. Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan
3. Candi Borobudur


Akses Jalan

1.Akses Jalan dari arah Ketep Pass Menuju desa Sengi kurang lebih 3 km
2.Akses jalan dari arah Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan kurang lebih 2 km
3.Akses jalan dari arah Candi Borobudur kurang lebih 15 km
4.Akses jalan dari pasar Agropolitan kurang lebig 1 km
5.Akses jalan dari kota Muntilan kurang lebih 7 Km




Anggaran

terlampir

Contoh Proposal :LOMBA FOTO dan FILM DIGITAL CAM

LOMBA FOTO dan FILM DIGITAL CAM

Pendahuluan

Perkembangan IT Digital Foto telah merambah kebanyak element elektronika seperti MP5 keatas, Hp dan digital camera,video cam pun semakin

beragam dan semakin murah, mampir semua lapisan masyarakat mampu memiliki menurut info dari jurnal Hp jumlah pengguna Hp di Indonesia di perkirakan kurang lebih 50 juta ponsel, sebuah jumlah yang cukup banyak.

Perkembangan Digital Foto juga didukung piranti softwere computer yang semakin canggih seperti program editing film seperti Pineacle 9,Ulead 8,9,10 dan Adobe Premiere dan editing photo seperti Photoshop,Corel Draw 12,memudahkan pengolahan hasil yang prima sesuai dengan capian art imaginasi yang diinginkan

Tetapi sayangnya kemajuan piranti Digital Camera dan softwerenya kurang bahkan tidak digunakan secara maksimal oleh pemilik camera.

Untuk mensosialisasikan pemakian Digital Cam yang semakin meluas dikalangan masyarakat perlu sering diadakan aneka event, dalam kontek ini adalah event Lomba Foto dan film Digital.

Kemajuan tehnologi ini sering kali digunakan tidak secara proporsional, yang banyak terjadi menjadi patologi social dengan munculnya adegan porno yang banyak beredar lewat internet mengunakan vasilitas video camera maupun Hp yang sangat sederhana.Sample yang paling spektakuler adalah kasus anggota DPR yang direkam via HP.

Kecanggihan alat-alat Dicital Camera tersebut sebetulnya bisa sebagai ajang aktualisasi diri untuk berpartisipasi dalam interaksi social budaya yang konstruktif dan edukatif, dan sarana paling efektif dan praktis bagi pengembangan sebuah perusahaan , institusi ataupun partai politik sebagai Branding-Promosi yang Smart maka adanya event lomba Dicital Cam menjadi sangat penting, apalagi hasil lomba akan di publis di media dan di upload di website.

Latar Belakang

Peta politik menjelang Pemilu 2009 semakin panas dengan munculnya banyak calon Presiden yang sudah ekplisit menyatakan siap dalam Pilpres 2009. Para Capres dengan sosio histories kultural yang beragam disisi lain Capres yang mempunyai bacgraound kesejarahan politik yang panjang sedikit banyak di untungkan ditingkat popularitas, misalnya Megawarti dan Gus Dur, atau yang mempunyai momentum politik reformasi seperti Amin Rais dan incomebent seperti Susilo Bambang Yudoyono. Para Capres yang tidak mempunyai historisitas yang kuat masih banyak yang peluang dalam hal Branding Popularitas yaitu dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi.

Contoh menarik dalam hal ini adalah Barack Obamma yang menggunakan media internet dalam menggangakat populeritasnya.

Dalam konteks ini tehnologi yang digunakan adalah tehnologi Handphone Camera Digital yang hampir semua orang memiliki menurut survai lebih dari 50 juta orang memiliki. Banyaknya pemilik Hp yang bercamera menjadi peluang yang menarik untuk berbagai tujuan branding tidak kecuali Branding Popularitas Capres yang praktis dan smart.

Branding yang akan dibentuk adalah membuat penganugrahan AWARD dengan mengadakan lomba foto dan video melalui HP dan Camera Digital dengan tema-tema yang popular. Misalnya masalah lingkungan, masalah tenaga kerja, ekonomi atau masalah social yang lain hasil lomba tersebut di publish di media dan internet.

Maksud dan Tujuan

1.Branding Popularitas melalui kemajuan dan massifikasi tehnologi Digital

2.Merespon animo masyarakat akan Digital Camera

3.Memperkenalkan aneka produk yang terkait dengan Digital Camera baik softwere maupun hardwerenya

4.Memberi wadah pemilik Digital Cam untuk berapresiasi

5.Memberikan sarana aktualisasi diri dengan menggunakan kecanggihan tehnologi yang sudah merakyat

6.Digital Cam adalah sarana paling mobile dan efektif dalam sosialisasi,promosi, branding

Out Put

Tokoh semakin Populer dengan Branding melalui alat yang familier di kalangan masyarakat

Nama Event dan Tema

Lomba FOto dan Film Digital Camera

Tema (Lingkungan Hidup, HAM, kampaye kesehatan,promosi perusahaan,entrepreneusrship bahkan kampaye politik)*optional

Tehnis

1. Peserta adalah bebas

4. Karya foto bebas diedit di computer

5. Karya foto di cetak 20 R

6. Karya foto dilampirka foto aslinya di CD\DVD

7. Karya Film di kirim dengan format DVD

8. Semua karya yang masuk menjadi hak panitia

9. Semua karya akan di upload di website panitia

10. Karya di kirim di alamat :………………………………………………..

11. Pemenang akan pamerkan dan di putar filmnya di ……………………….

12. Diadakan pelatihan-saresahan tentang editing foto dan Film

13. Pengumuman lewat : website, Koran, radio, poster

Katagori Foto Digital

1.Katagori Salon Foto

2.Katagori Foto Jurnalis

Katagori Film

1.Katagori film durasi 5 menit

2.Katagori Film durasi 10 menit

Syarat Alat

Merk bebas

1. HP max 2 pxl

3. MP5 max 2 pxl

4. Camera Pocket Digital max 7 pxl

5. Video Cam max 7 pxl

Dewan Juri

1.Seno Joko Susono (wartawan Tempo)

2.Budi Irawanto (pengamat perfilman UGM)

3.Roy Suryo(ahli media digital)

4. Ideal Rusli (Fotografer dan dosen ISI)

5.(tokoh tema terkait)

Hadiah Lomba Foto Digital

1.Juara pertama Lomba Foto (dua katagori)

a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.5.000.000,- (lima juta rp)

b.Piala dan sertifikat

c.Hadiah Hp,merk

2.Juara kedua Lomba Foto (dua katagori)

a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.4.000.000,.(empat juta rp)

b.Piala dan sertifikat

c.Hadiah Hp,merk

3.Juara ketiga Lomba Foto (dua katagori)

a.Uang Tunai masing-masing sebesar Rp.3.000.000,- (tiga juta rp)

b.Piala dan sertifikat

c.Hadiah Hp,merk

4. 6 (enam) juara umum lomba Foto (dua katagori)

a.Masing-masing rp.1.000.000,- (satu juta rp), total Rp.6.000.000,-(enam juta rp)

b.Piala dan Sertifikat

c.Hadiah Hp, merk

Hadiah Lomba Film

1.Juara pertama Lomba Film (dua katagori)

a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.7.000.000 (tujuh juta rp)

b.Piala dan Sertifikat

c.Hadiah Handycam,Merk

2.Juara kedua Lomba Film (dua Kategori)

a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.6.000.000 (enam juta rp)

b.Piala dan Sertifikat

c.Hadiah Handycam,merk

3.Juara ketiga Lomba Film (dua Kategori)

a.Uang tunai masing-masing sebesar Rp.5.000.000 (lima juta rp)

b.Piala dan Sertifikat

c.Hadiah Handycam,merk

4. 6 (enam) juara umum lomba Film (dua kategori)

a. Uang tunai masing-masing sebesar Rp.2.000.000(dua juta rp) total 12.000.000,-(dua belas juta rp)

b.Piala dan Sertifikat

c.Hadiah Hp, merk

Organisasi

Lembaga Cahaya Nusantara (Yantra) Yogyakarta

Sumber Dana

Sponsorship: (PARTAI Politik)

Cosponsor :

1.Produsen Hp (Nokia,O2,Nikian,Siemmens, Motorola dll)

2.Shoftwere

3.Media HP (SMS,Pulsa dll)

4.Jaringan (Indosat,XL,Flexy,Frens,Ceria,Satelindo dll)

5.Toko elektronik

6.Perusahaan, Institusi Swasta dan Pemerintah

7.dll

Biaya

Penutup

Draft ini terbuka untuk didiskusikan

Contoh Proposal :Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Pendahuluan
Aktivitas “batuk” Gunung Merapi tidak selamanya menakutkan. Bagi warga di lereng Gunung Merapi, aktivitas semacam ini bisa jadi membawa berkah. Salah satunya adalah penambangan pasir, yang tadinya adalah lahar dingin yang dihanyutkan ke sungai-sungai di sekitar Merapi.
Jumlah pasir dalam sungai-sungai di sekitar Merapi harus selalu dijaga dalam kondisi optimal. Yakni tidak boleh ditambang dalam jumlah yang besar sehingga merusak lingkungan, namun juga tidak boleh dibiarkan melimpah sehingga mengurangi daya tampung lahar jika suatu saat Merapi “batuk” lagi.
Sebagaimana sudah banyak diberitakan bahwa warga di sekitar Gunung Merapi di empat kabupaten; Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang ramai-ramai menambang pasir yang berasal dari muntahan lahar Merapi. Bahkan penambangan ini dilakukan secara besar-besaran yang justru bukan hanya dilakukan oleh warga sekitar, melainkan oleh warga dari tempat lain dengan mendatangkan alat-alat berat. Warga sekitar Gunung Merapi hanya bisa menyaksikan proses perusakan alam yang demikian hebat ini.
Menyadari hal ini maka upaya komprehenship untuk menjaga keseimbangan alam atau volume pasir dalam sungai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan atau pengembangan masyarakat melalui craftmanship.
Tujuan
Proyek pengembangan masyarakat berbasis craft berbahan dasar pasir ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sekitar gunung Merpai perlu ditingkatkan kesejahteraannya terutama sekali masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya melalui penambangan pasir.
2. Rekruitmen tenaga kerja. Keberhasilan dari craft atau home industri lainnya di tingkat masyarakat adalah terserapnya tenaga kerja yang cukup banyak. Terjadinya proses perekrutan ini karena sifat dari home industri rakyat ini adalah padat karya.
3. Mengurangi waktu masyarakat untuk menambang pasir. Waktu luang masyarakat yang demikian besar mendorong mereka untuk bekerja sebagai penambang pasir. Proses produksi (adalam penambangan pasir) yang demikian pendek mengakibatkan volume penambangan menjadi demikian besar. Craft membutuhkan waktu dan proses produksi yang lebih panjang dari sekedar melakukan penambangan. Sehingga efek berikutnya adalah volume penambangan pasir menjadi tidak begitu besar.
4. Menjaga keseimbangan alam. Proses produksi yang lebih panjang atau bisa juga dimaknai dengan pengurangan waktu masyarakat untuk menambang pasir, pada akhirnya akan mampu menjaga kesimbangan volume pasir dalam sungai atau kantong-kantong lahar. Dengan demikian juga akan mengurangi proses perusakan alam.

Materi Pelatihan :
1. Business Motivation
2. Enterpreneurship
3. Business Management
4. Keterampilan Teknis
5. SWOT
6. Channeling
Organisasi
Pengelola pelatihan adalah : Yantra (Yayasan Cahaya Nusantara) bekerja sama dengan APIKRI Yogyakarta dan masyarakat lereng Gurung Merapi.
Masing-masing stake holder bertindak selaku :
Yantra :
a. Project Management
b. Community Development
APIKRI :
a. Funding Agent
b. Marketting Agent
Masyarakat Lereng Merapi:
a. Pengembang Produk
b. Penerima manfaat
1.
Penutup
Tak ada gading yang tak retak. Diskusi Selanjutnya hubungi Hangno (085643085885)
Email : tikarbudaya@yahoo.com
Lampiran 1

Tahapan-tahapan Pengembangan Masyarakat Craft

Tahapan Kegiatan Waktu Output
1 Observasi 1 Observasi Bulan ke-1 1. Data potensi craft
2 Lokakarya Hasil Observasi 2. Jenis craft yang akan dikembangkan
2 Pelatihan Pelatihan craftmanship Bulan ke-2 Terselenggaranya pelatihan
3 Produksi 1 Produksi awal Bulan ke-3 s/d ke-6 1. Beberapa jenis produk
2 Pendampingan 2. Evaluasi terhadap produk
4 Penetrasi Pasar 1 Even craft daerah Bulan ke-7 s/d ke-12 1. Adanya even di daerah
2 Keikutsertaan dalam even nasional 2. Keikutsertaan dalam even nasional
3 Mengundang buyers dan / atau pembuatan website 3. Website
5 Inkubasi bisnis craft 1 Semiloka trading house Bulan ke-8 s/d ke-9 1. Terselenggaranya semiloka
2 Pembuatan trading house dan trading company 2. Terbentuknya trading house / trading company
6 Pemantapan produksi dan ekspor 1 Pemantapan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar dan hasil evaluasi produk Bulan ke-10 s/d ke 12 1. Produk layak ekspor
2 Sinergitasi craftman, trading house, trading company, lembaga keuangan dan pemerintah 2. Ekspor produk
Lampiran 2
Anggaran Pelatihan Craftmanship
No Mata Anggaran Harga Satuan Q Satuan F Satuan Jumlah
A. Common Interest
1 Akomodasi 250,000 30 orang 15 hari 112,500,000
2 Training kit 100,000 30 orang 1 paket 3,000,000
3 Organiser Comite 100,000 3 orang 15 hari 4,500,000
4 Sewa Komputer 300,000 1 unit 15 hari 4,500,000
5 Photocopying 2,000,000 1 paket 1 paket 2,000,000
6 Stationery 200,000 1 paket 15 hari 3,000,000
7 Transportasi 250,000 1 unit 15 hari 3,750,000
8 Dokumentasi 5,000,000 1 paket 1 paket 5,000,000
Sub Total 138,250,000
B In Class
9 Sewa LCD 300,000 1 unit 6 hari 1,800,000
10 Honoraria
10.a Facilitator 2,000,000 2 orang 6 hari 24,000,000
10.b Narasumber :
10.b.1 Business Motivation 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.2 Enterpreneurhip 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.3 Business Management 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.4 SWOT 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.5 Pembuatan Proposal dan Channeling 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.6 e-Commerce 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
11 Notulensi 250,000 2 orang 6 hari 3,000,000
Sub Total 40,800,000
C Out Class
12 Honoraria
12.a Pendamping/Asistensi 500,000 2 orang 9 hari 9,000,000
12.b Instruktur 1,000,000 2 orang 9 hari 18,000,000
12.c Kunjungan Industri 3,000,000 4 tempat 1 paket 12,000,000
Sub Total 39,000,000
Total 218,050,000