Sabtu, 17 April 2010

SCENARIO VISUALISASI ISLAM

SCENARIO VISUALISASI ISLAM
Tema : ALLAH
Oleh Hangno 085643085885
Durasi 15 menit

I
SHUT ANEKA AKTIFITAS RITUAL SECARA CEPAT
Arak-arakan wanita Bali membawa sesaji berangkat ke kuil dengan musik khasnya,kemudian muncul back graund Borobudur dengan bikhu ritual mengelilinggi lorong candi dan shut patung budha di dalam candi Mendut dengan ilustrasi himne doa budhis, kemudian shut dentang lonceng gereja dan aktifitas doa di depan patung maria dengan background musik gregorian, kemudian berlalu dengan shut lebih cepat aktifitas ritual etnis cina, aneka suku misalnya Dayak dan kejawen dan terakhir shut lebih lambat aktifitas Tawaf Haji dan aktifitas sujud dengan back graun kumandang suara azan.

II
NARATOR
DITENGAH SHUT EPISODE I NARATOR BERBICARA
…….Tuhan bagi sebagian besar manusia menjadi motifasi hidup, mereka menghampiri dengan intimitas ritual yang beraneka dan mereka yakin bahwa Tuhan di samping ADA juga BERARTI……

III
SHUT FAHAM ATHEISME DAN FAHAM ANTI TUHAN
Muncul bendera Palu Arit Warna Merah simbol Komunisme secara Universal, muncul aneka tragedi berdarah shut tengkorak-tengkorak yang di pasang rapi di kamboja sebagai keganasan Khmer Merah dan shut tragedi Killing Field, kemudian shut tragedi berdarah PKI, Kemudian shut hingar bingar suara Discotik di Hard Rock di beberapa belahan dunia dan shut kehidupan hedonistik yang apatis dengan Tuhan.

IV
NARATOR
BERSAMAAN DENGAN SHUT EPISODE III NARATOR BERBICARA
…….Tetapi banyak juga faham-faham yang anti Tuhan seperti Komunisme dan faham-faham Agnostisme, bagi mereka ada tidaknya Tuhan tidak berpengaruh terhadapat kehidupan bahkan bagi Komunisme Agama adalah candu masyarakat alat pengausa dan kapitalis dalam mengeksplotoasi kepentingan ekonomi. Juga bagi kalangan skpetis, Agama lebih banyak mendorong pertumpahan darah dari pada Perdamaian

V
SHUT MENGGAMBARKAN TRAGEDI KONFLIK AGAMA
Shut mengambarkan konflik Arab Israel, Bosnia-Serbia, Konflik agama di India antara Hindu-Sikh, Islam-Hindu di Irlandia antara Protestan dan Kristen dan di Indonesia dengan tragedi Ambon. Shut tersebut di beri data fail tentang lokasi dan motif konflik




.
VI
NARATOR
……..para penganut Theisme mereka memberikan argumentasi-logic akan existensi Tuhan dengan memberikan asumsi ilmiah misalnya tentang keberaturan mahluk hidup misalnya anatomi biologis tubuh manusia dan hewan, shut tentang anatomi biologis,………..kesempurnaan ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan…….Berikut pendapat Ilmuawan …………shut seorang Ilmuwan di sebuah laboraturium biolgi menerangkan anatomi keberaturan mahkhluk hidup dengan ditutup stetment kehadiran Tuhan dalam kreasi biologis ,……di samping argumentasi sceintific juga argumentasi Filosofis tentang Causalitas yaitu sebab utama, tidaklah mungkin sesuatu yang ada di dunia ini tidak dengan penciptaan……..shut tentang argumentasi causalitas, dengan back graund terjadinya alam semesta dengan Big Bang nya dan pendapat Ilmuawan dengan backgraund Teleskop di Lembang,……argument tersebut cukup untuk sementara membuktikan adanya Tuhan……

NARATOR VII
DENGAN BACK GRAUND PERPUSTAKAAN SEORANG NARA SUMBER MEMBERI KOMENTAR TENTANG ISLAM DENGAN SHUT BACK GRAUND SEKOLAH TINGGI ISLAM REPRESENTATIF INDONESIA
…….adalah Islam sebuah agama yang menadasarkan kepada paham monotheisme murni,meletakan Tuhan yang di sebutnya dengan ALLAH sebagai sentralnya, dengan credonya LA ILAHA ILA ALLAH, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, inilah yang dalam terminologi agama Islam yang di sebut TAUHID. Siapa yang disebut Tuhan dan siapa yang disebut Allah dan bagaimana existensi dan korelasinnya bagi manusia. kemudian shut bukunya Abul A’la al Maududi dan Toshihiko Izutsu kemudian seorang cendikiawan muda Muslim menerangkan kedua buku tersebut dan dibuatkan ilustrasi sketsa pemikirannya tentang Tuhan ke dua tokoh tersebut

NARATOR VIII
…………Tuhan dalam Islam disamping sebagai obyek sesembahan yang lebih bermakna psikologis juga mampu ditarik dalam jagad filosofis bahkan mistis, sebagaimana pendapat Cendikiawan berikut ini, Shut tiga cendikiwan muda muslim menerangkan makna Tuhan dari sudut pandang yang berbeda mulai dari psikologis, Filosofis dan Mistis atau Sufisme*), Back Ground cendikiwan tersebut dalam sebuah forum diskusi, yang di lengkapi dengan LCD Proyektor, untuk memvisualisaikan skema teoritisnya, shut dimulai dengan suasana orang orang memasuki aula diskusi.

NARATOR IX
DENGAN BACK GRAUND ORANG-ORANG YANG KELUAR DARI RUANG DISKUSI, DAN MATAHARI MULAI TERBENAM DENGAN WARNA LEMBAYUNGNYA DAN SHUT ACARA TV YANG MENGUMANDANGKAN ADZAN MAGRIB
………Inilah sedikit esensi paham Islam akan Allah, masih ada pembahasan konsepsi Tauhid,tentang bagaimana efek bertauhid dalam bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya juga bagaimana paradigma Tauhid dalam Sains, Nantikan episode berikutnya………



CATATAN
Skrip ini untuk film semi dokumenter, naskah ini belum ada cunter argument, dan masih sebagai skrip percobaan.
*) Garis besar konsep pemikirannya sebagai berikut : Makna Allah dalam Spikologis untuk ketenangan jiwa melalui sholat, sholat adalah praktical maditasi.Makna Allah dalam Filosofis, terekam dalam skema emanasi dan konsepsi lahut-nasut al Halaj untuk terbuka kesadaran ilahiah sehingga misalnya seorang dapat mendapatkan rumusan canggih dari masuk di alam wahyu, sebagai mana Einstain menekukan rumus EMC di percaya sebagai Wahyu.Dan Makna Allah secra Mistik atau Sufisme adalah untuk kesempurnaan Hidup, para pelaku mistik tujuan kesempurnaan Hidup masing-masing kelompok adalah berbeda misalnya ada yang menaruh Moksa adalah puncak pencapian spiritualnya.

CONTOH PROPOSAL PROYEK SENI PATUNG UNTUK RUANG PUBLIK DI KODYA JOGJAKARTA

PROYEK SENI PATUNG UNTUK RUANG PUBLIK DI KODYA JOGJAKARTA
Oleh : hangno

DASAR PEMIKIRAN

Jogjakarta telah sukses dengan proyek lukisan mural, padahal kekayaan seni di Jogja masih banyak dalam kontek ini adalah Patung, banyak sudut sudut dan centre ruang publik yang menarik kalau di dirikan mural patung tidak sekedar just garden! Akan lebih berkarakter sebagaimana predikat Jogya sebagai kota pelajar dan budaya dan akan semakin mengexiskan sebagai kota kunjungan wisata.Jogja bisa menampilkan spesifikasi kota dibandingkan kota-kota yang lain Sebagaimana Bali disamping mempunyai arsitektur yang khas juga akan mudah di jumpai pemandangan yang menarik di setiap sudut ruang, jalan dan tempat strategis pasti ada patung-patung yang indah dan exotis sebuah refleksi culture dan religi yang bisa dimanifestasikan dengan tepat dan cerdas dalam kerangka wisata, Jogja bisa belajar dari pengalaman Bali dalam kerangka pariwisata ,tidak mesti menampilkan patung-patung relegius sebagaimana Bali bisa berupa patung-patung kontemporer atau historis atau mitologis, yang pasti kreatifitas akan terus muncul dan mengalir bila sudah dimulai sebagaimana pada lukisan mural.

Jogja tidak disadari menyimpan pematung-pematung terkenal dan kreatif baik produk akademis atau otodidak yang kurang tersosialisasi dalam wacana seni budaya Jogja sebagai seni fine art pamor seni ini di Jogja kalah jauh dengan seni lukis, tari dan teater bahkan sama keraajinanpun seni Patung kalah populer, padahal pada level strata seni, patung menempati rangking pertama karena seni ini pada mulanya untuk memvisulisasikan Dewa sebagai personitifikasi ritual-agama.

Dalam momentum Jogja Risk dan bersolek ini perlu trobosan-trobosan artistik yang original dan genuine yang membuat jogja berwibawa dan berkarakter. Juga memaksimalkan potensi kreatif masyarakat dalam peran serta pembangunan jogja, konsep populis dan bottum up menjadi menarik.

MAKSUD DAN TUJUAN

1.Menambah element seni dalam tata kota Jogja
2. Menambah karakter Jogja sebagai kota budaya
3. Meningkatkan existensi Jogja sebagai daerah kunjungan wisata utama Indonesia
4.Meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan
5. Mempercantik kota Jogja

TEHNIS

1.Seniman mengusulkan sket dan proposal mural Patung kepada Pemerintah terkait, dalam proposal tercantum konsep dan peta lokasi
2.Pemerintah terkait dibantu tim kurator seni
3.Patung bisa berbentuk permanen dan temporer
4. Materi dan tema patung bebas.
5. Seniman boleh berkalaborasi dengan pengusaha dalam mewujudkan karyanya

SUMBER DANA

1. Seniman
2. Pemerintah dan intansi/lembaga terkait
3. pengusaha

ORGANISASI

YAYASAN YANTRA
Kontak person Hangno 085643085885

MAPING

Adalah denah lokasi yang akan di usulkan sebagai tempat mural Patung ( LAMPIRAN)

PENUTUP

Proposal terbuka untuk kritik dan saran.

PROYEK GEDUNG KEBUDAYAAN MUHAMMADIYAH

PROYEK GEDUNG KEBUDAYAAN
Sebuah Agenda Umat Islam
Oleh : hangno

PENDAHULUAN

Ide dasar bahwa di jogja untuk komunitas muslim tidak mempunyai Gedung Kebudayaan yang representatif sebagai mana Bentara Budaya milik group Kompas,adalah sangat ironis padahal adanya Gedung Kebudayaan akan mencritakan wacana komunitas intelektual pada pemeluk Islam,wacana tersebut mempunyai latensi dakwah yang sangat penting dalam menciptakan image akan Islam sebagai agama yang Adi Luhung sangat apresiate terhadap dinamika Budaya, Budaya dalam kontek ini adalah kebudayaan yang mempunyai kekretifasan intuitif, ketajaman dan kehalusaaan Budi yang termanifestasi dalam karya.

Karya-karya Budaya yang bersifat islami baik berupa artefak maupun karya kreatif seniman muslim banyak di hasilkan tetapi tidak bisa terpublisir dan tidak bisa menjadi wacana intelektual universal. Sebagai misal karya-karya Islam yang telah menjadi artefak seperti lukisan kaca untuk assesori pada Rono - Slintru atau Partisi jaman dulu banyak dihiasi ragam hias kaligrafi terabaikan begitu saja tidak mampu di jadikan sarana penghubung geneologi intelektual generasi sekarang ini dikarenakan disamping tidak ada aprisiate Budaya juga tidak adanya wahana untuk mempublikasikan yaitu Gedung Kebudayaan, kelompok yang rajin mengkoleksi warisan lama dan bisa di kemas secara cerdas adalah yayasan Bentara Budaya milik kelompok Kompas – Katolik. Artefak-artefak keislaman tidak hanya lukisan kaca saja tetapi juga banyak terdapat di ukir-ukiran misalnya di komplek Kraton Jogja sarat lambang –lambang keislaman seperti Allah, Muhammad yang di visualkan lewat simbolik ornamen ukiran. Khasanah Budaya kita Seperti Simbol – simbol keislaman bisa di jumpai dalam khasanah Budaya klasik kita seperti pada Keris, Wayang, Gamelan, Batik dan banyak lagi khasanah yang bisa di eksplorasi dari khasanah budaya kita, sungguh amat di sayangkan bila di kemudian hari kekayaan budaya kita yang mereactualisasikan dari kelompok non Islam dan di klim sebagai bagian darinya warisannya

Disamping itu banyak karya-karya kreatif dari komunitas Islam yang tidak bisa terpublikasikan di karenakan tidak adanya wahana yang apresiate terhadap karya-karyanya, misalnya pada lukisan karya-karya yang bernuansa islami baik berupa kaligrafi maupun non kaligrafi jarang terlihat berpameran apalagi dengan seremonial yang elegance pula, ini bisa dibandingkan frekwensi pameran yang di lakukan di Bentara Budaya, kita sangat jauh tertinggal tetapi seperti kata pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali..

Ketiadaan Gedung Kebudayaan tanpa di sadari akan memandulkan kekreatifitasan dikalangan muda baik untuk mengekplorasi estetika Islami atau estetika pada umumnya, Beberapa kalangan Budayawan dan Seniman Muslim sudah mengeluhkan fenomena ini, para elite muslim hanya puas mendirikan Masjid, Sekolah dan Rumah Sakit. Dengan melupakan fenomena sosiologis lainnya yang tidak kalah urgens yaitu wilayah Seni dan Budaya.

Dan secara finansial dan inventaris kelompok-organisasi keislaman ataupun pertokoh mengadakan sebuah gedung sebagai intitusi untuk aktifitas kebudayaan sangat memungkinkan.


MAKSUD DAN TUJUAN

1) Memberikan Image dan kebanggaan Intelektual di kalangan Muslim
2) Memberikan wahana kreatifitas pada komunitas muslim
3) Tempat Pameran dan kegiatan budaya lainnya


T E H N I S

1)Gedung Kebudayaan tersebut untuk memamerkan karya-karya Islami dan karya-karya Umum dengan aneka tehnis, misalnya Seni Lukis, Fotografi, Desain Grafis, Patung, Koleksi Antik-Unik dll
2)Pemakai Gedung Kebudayaan tersebut adalah umum non sekterian hanya di kelola oleh komunitas Islam, karena sifat keegaliteran merupakan pancaran budaya yang Adi Luhung


N A M A

Nama Gedung Kebudayaan adalah : GEDOENG BOEDAYA
Dengan permainan grafis ejaan lama ini dengan mengingatkan kata GEDOENG pada penyebutan kantror PP Muhammadiyah lama di jl KH Ahmad Dahlan jaitu GEDOENG MUHAMMADYAH
Dan kata tersebut bersifat nasional untuk mengesaankan keuniversalan dan keterbukaan

.
O R G A N I S A S I

Yayasan Yantra
Kontak Person Hangno 085643085885

P E N U T U P

Gagasan ini terbuika untuk kritik dan koreksi

House of Herbal

House of Herbal
Oleh : Hangno
===============================================================
PENDAHULUAN

Back to nature dewasa ini telah menjadi wacana alternative dalam segala bidang, dari pertanian dengan pupuk organik dan produk tanaman organiknya, kedokteran dengan penyembuhan prana dan produk obat-herbalnya; bahkan tehnologipun sepeti televisi mempunyai product bio vision dll.. Produck –produck tersebut merupakan koreksi akan produck sisntetic Kimiawi yang ternyata tidak ramah lingkungaan dan kurang baik untuk kesehatan manusia, secara alamiah sebelum Ilmu Pengetahuan Modern mendominasi pengetahuan, masyarakat tradisional telah memiliki penegetahuan dalam mengatasi alam dengan produck dari alam sekitarnya itu sendiri, mereka punya kearifan teologis dengan memelihara alam keharmonisan akan terwujud, karena Tuhan telah menciptakan Alam serta isinya untuk keperluan manusia juga tidak terkecuali bila manusia sakit alam pasti menjimpan penawar dan penyembuhnya.

Adalah Herbal atau bahasa lokalnya adalah Jamu telah lama dijadikan alternatif pengobatan dan perawatan tubuh dengan konsumen yang banyak ini di buktikan para pelaku bisnis pabrikan jamu terus berkembang dengan aneka kemasaan modern dan gencarnya promosi ini adalah satu indikasi permintaan akan obat herbal yang tinggi. Dan
The Beginer Pengusaha jamu juga terus bermunculan juga di temukan aneka tanaman Herbal yang mempunyai khasiat luar biasa dengan pembuktian laboratorium seperti Mahkota Dewa,Obat Buah Merah,Virgin Coconut Oil dll.

Out late Jamu juga banyak bermunculan dan Bakul Jamupun tetap ramai pengunjungnya, Tetapi sayangnya out late-out late tersebut kurang menarik dari segi tampilan - arsitektural sehingga kurang menarik kalangan muda dan kelompok elite sosial, untuk menyedu Jamu-Herbal di tempat.

Dalam meningkatkan citra dan menambah omset, banyak pelaku bisnis menyiasai dengan menciptakan Publik-Image, misaalnya pemakian House of untuk menambah elegance di showroomnya seperti House of Batik untuk sebuah toko Batik atau House of Spa untuk tempaat Spa. Dan pemakian kata tersebut didukung oleh penampilan yang arstistik. Maka dalam kontek ini out late toko jamu juga di konsepkan kedalam image House of Herbal dengan tampilan yang tidak konvensional tetapi arstistik, untuk sebuah artistik tidak mesti harus mahal, sederhanapun bisa tergantung lay out dan improfisasinya.

MAKSUD DAN TUJUAN

1) Berpartisipasi kreatif dengan maraknya bisnis Jamu-Herbal
2) Mencipatkan Out-Late yang Elegaance, Arstistik
3) Menambah konsumen Herbal-Mania untuk segala lapisan



T EK N I S

Penjual Jamu mendisply produck utamanya yaitu Jamu-Seduhan dan produck brand nya serta di lengkapi aneka pernik ramuan tradisional dengan SPG dengan Kustum yang menarik dan Lay Out Warung – Out Late yang arstistik.
Aneka Contoh Lay Out terlampir

P E N U T U P

Proposal ini masuh berupa ide dasar sangat terbuka masukaan dan kritik
hub Hangno 085643085885

DRAFT BOROBUDUR PROJECT PONDOK PESANTREN ALAM

DRAFT
BOROBUDUR PROJECT
PONDOK PESANTREN ALAM

Pendahuluan

Adalah pondok pesantren Darul-Hikmah yang dikelola oleh Muhammadiyah cabang Borobudur dan berlokasi di desa Brangrowo. Desa ini mayoritas adalah warga Muhammadiyah dan daerah tersebut adalah cikal bakal Muhammadiyah di Kabupaten Magelang.

Pondok pesantren tersebut masih embrional -- menurut pengasuh pondok -- perlu disentuh dengan konsep yang menarik dan smart. Karena posisi istimewa pondok tersebut di kawasan candi Borobudur, sebuah candi yang terkenal di seluruh dunia dan salah satu dari keajaiban dunia. Maka pembangunan pondok pesantren mestilah dalam bingkai isue International sehingga aspek informasi – publikasi dakwah menjadi berkwalitas di mata dunia.Demikian juga aspek komunitas Budhist international yang menjadikan situs Borodudur sebagai olah spiritual, maka ke depan pondok ini harus menjadi salah satu pondok alternatif dalam mengolah - mengasah spiritual Islam.


Konsep Dasar

Dengan letak pondok yang strategis dan istimewa di kawasan internasional tersebut maka harus disentuh dengan pendekatan isue NGO seperti :
1. Gender
2. HAM
3. Lingkungan hidup
4. Pluralisme
Empat isu ini yang sudah menjadi trend internasional.Dalam kontek ini isue yang tepat adalah Lingkungan hidup dan Pluralisme. Mengingat posisi Borobudur sebagai ranah spiritual maka muatan gerakan New Age akan menambah karakter pondok tersebut. Sebagaimana isue yang dikumandangkan New Ager adalah seperti: Perenial, Spiritual adventure, Keselarasan dengan alam, Universal way dan Aquarian konspirasi (termasuk pengobatan holistik)

Berangkat dari konsep-konsep dasar tersebut terumuslah gagasan ideologis yaitu
1. Berbasiskan alam (Pondok Pesantren Alam).
Dengan action plan:
a. Konservasi alam dengan pendekatan Integreted Farming
b. Bambu sebagai unggulan konservasi,karena;
 Bambu mudah budidayanya
 Masa panen yang pendek 2 – 3 tahun dibanding dengan kayu 15 – 20 tahun
 Bagus untuk resapan air alam, mencegah erosi lingkungan
 Pengolahan pasca panen yang mudah, dengan tehnologi modern seperti industri; Floring, Supit dan lain-lain dan tradisional; gedek, kranjang,besek dan lain-lain
c. Varitas pendukung dalam kerangka pengobatan holistik adalah tanaman Herbal
d. Integreted farming tertuang dalam proposal tersendiri
e. Landcap natural dengan basic desain artistik dari Bambu (foto terlampir)

2. Silabus pengajaran berasas Teologi Lingkungan Hidup.
Seperti QS......Bahwa kerusakan dimuka bumi adalah akibat perbuatan manusia......Juga kearifan simbolik qurani lainnya misalnya tradisi zakat fitrah dengan beras/gandum dan qurban dengan hewan ternak ini mengindikasikan kesadaran teologi farming dan lain-lain.

3. Faktor yang istimewa diranah spiritual dan munculnya pusat-pusat spiritual-mistism sekte-sekte Budhis maka tidak berlebihan kalau pondok Darul Hikmah juga mempunyai aktifitas olah Spiritual-Mistism, disamping kondusif juga segmented, olah spiritual ini kedepannya bisa sebagai laboratorium MaQ yang digagas Prof DR.A Munir Mulkhan. Misalnya dengan latihan;
a. Patrab(konsep pengenalan Tuhan melalui menyatu dengan alam)
b. Sholat Khusuk
c. Dzikir
d. dll.

4. Pondok Darul Hikmah disamping diranah spiritual juga di kawasan wisata, maka pondok diorientasikan juga sebagai Kunjungan Wisata dengan menjual tradisi agama dan eksotisatan dengan mengeksploitasi seni lokal misalnya eksplorasi musik dari alat-alat Bambu seperti Degung Bali, seruling hingga angklung juga tari-tari islami-sufistik

Kesimpulan

1. Pondok Darul Hikmah sebagai tempat yang istimewa dan strategis untuk dakwah membangun image tentang keislaman dengan wacana modern yang mempunyai visi humanistik dan ekologis
2. Pondok mempunyai karakter teologi pro lingkungan hidup dan pendekatan humaniterian dengan spiritual - sufistik
3. Pondok yang peduli konservasi lingkungan dengan pendekatan integreted farming
4. Pondok mempunyai orientasi traveling-wisata
5. Pondok mengeksplorasi aktifitas seni – budaya

Organisasi
Kerjasama Falsafatuna dan Pondok Darul Hikmah Borobudur

Penutup
Draft ini terbuka untuk didiskusikan
Kontak person Hangno 0856 4308 5885

Kamis, 15 April 2010

CONTOH PROPOSAL; Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Proyek Pengembagan Masyarakat Berbasis Kerajinan Berbahan Dasar Pasir Merapi

Pendahuluan
Aktivitas “batuk” Gunung Merapi tidak selamanya menakutkan. Bagi warga di lereng Gunung Merapi, aktivitas semacam ini bisa jadi membawa berkah. Salah satunya adalah penambangan pasir, yang tadinya adalah lahar dingin yang dihanyutkan ke sungai-sungai di sekitar Merapi.
Jumlah pasir dalam sungai-sungai di sekitar Merapi harus selalu dijaga dalam kondisi optimal. Yakni tidak boleh ditambang dalam jumlah yang besar sehingga merusak lingkungan, namun juga tidak boleh dibiarkan melimpah sehingga mengurangi daya tampung lahar jika suatu saat Merapi “batuk” lagi.
Sebagaimana sudah banyak diberitakan bahwa warga di sekitar Gunung Merapi di empat kabupaten; Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang ramai-ramai menambang pasir yang berasal dari muntahan lahar Merapi. Bahkan penambangan ini dilakukan secara besar-besaran yang justru bukan hanya dilakukan oleh warga sekitar, melainkan oleh warga dari tempat lain dengan mendatangkan alat-alat berat. Warga sekitar Gunung Merapi hanya bisa menyaksikan proses perusakan alam yang demikian hebat ini.
Menyadari hal ini maka upaya komprehenship untuk menjaga keseimbangan alam atau volume pasir dalam sungai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan atau pengembangan masyarakat melalui craftmanship.
Tujuan
Proyek pengembangan masyarakat berbasis craft berbahan dasar pasir ini bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat sekitar gunung Merpai perlu ditingkatkan kesejahteraannya terutama sekali masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya melalui penambangan pasir.
2. Rekruitmen tenaga kerja. Keberhasilan dari craft atau home industri lainnya di tingkat masyarakat adalah terserapnya tenaga kerja yang cukup banyak. Terjadinya proses perekrutan ini karena sifat dari home industri rakyat ini adalah padat karya.
3. Mengurangi waktu masyarakat untuk menambang pasir. Waktu luang masyarakat yang demikian besar mendorong mereka untuk bekerja sebagai penambang pasir. Proses produksi (adalam penambangan pasir) yang demikian pendek mengakibatkan volume penambangan menjadi demikian besar. Craft membutuhkan waktu dan proses produksi yang lebih panjang dari sekedar melakukan penambangan. Sehingga efek berikutnya adalah volume penambangan pasir menjadi tidak begitu besar.
4. Menjaga keseimbangan alam. Proses produksi yang lebih panjang atau bisa juga dimaknai dengan pengurangan waktu masyarakat untuk menambang pasir, pada akhirnya akan mampu menjaga kesimbangan volume pasir dalam sungai atau kantong-kantong lahar. Dengan demikian juga akan mengurangi proses perusakan alam.

Materi Pelatihan :
1. Business Motivation
2. Enterpreneurship
3. Business Management
4. Keterampilan Teknis
5. SWOT
6. Channeling
Organisasi
Pengelola pelatihan adalah : Yantra (Yayasan Cahaya Nusantara) bekerja sama dengan APIKRI Yogyakarta dan masyarakat lereng Gurung Merapi.
Masing-masing stake holder bertindak selaku :
Yantra :
a. Project Management
b. Community Development
APIKRI :
a. Funding Agent
b. Marketting Agent
Masyarakat Lereng Merapi:
a. Pengembang Produk
b. Penerima manfaat
1.
Penutup
Tak ada gading yang tak retak. Diskusi Selanjutnya hubungi Hangno (085643085885)
Email : tikarbudaya@yahoo.com
Lampiran 1

Tahapan-tahapan Pengembangan Masyarakat Craft

Tahapan Kegiatan Waktu Output
1 Observasi 1 Observasi Bulan ke-1 1. Data potensi craft
2 Lokakarya Hasil Observasi 2. Jenis craft yang akan dikembangkan
2 Pelatihan Pelatihan craftmanship Bulan ke-2 Terselenggaranya pelatihan
3 Produksi 1 Produksi awal Bulan ke-3 s/d ke-6 1. Beberapa jenis produk
2 Pendampingan 2. Evaluasi terhadap produk
4 Penetrasi Pasar 1 Even craft daerah Bulan ke-7 s/d ke-12 1. Adanya even di daerah
2 Keikutsertaan dalam even nasional 2. Keikutsertaan dalam even nasional
3 Mengundang buyers dan / atau pembuatan website 3. Website
5 Inkubasi bisnis craft 1 Semiloka trading house Bulan ke-8 s/d ke-9 1. Terselenggaranya semiloka
2 Pembuatan trading house dan trading company 2. Terbentuknya trading house / trading company
6 Pemantapan produksi dan ekspor 1 Pemantapan produksi sesuai dengan kebutuhan pasar dan hasil evaluasi produk Bulan ke-10 s/d ke 12 1. Produk layak ekspor
2 Sinergitasi craftman, trading house, trading company, lembaga keuangan dan pemerintah 2. Ekspor produk
Lampiran 2
Anggaran Pelatihan Craftmanship
No Mata Anggaran Harga Satuan Q Satuan F Satuan Jumlah
A. Common Interest
1 Akomodasi 250,000 30 orang 15 hari 112,500,000
2 Training kit 100,000 30 orang 1 paket 3,000,000
3 Organiser Comite 100,000 3 orang 15 hari 4,500,000
4 Sewa Komputer 300,000 1 unit 15 hari 4,500,000
5 Photocopying 2,000,000 1 paket 1 paket 2,000,000
6 Stationery 200,000 1 paket 15 hari 3,000,000
7 Transportasi 250,000 1 unit 15 hari 3,750,000
8 Dokumentasi 5,000,000 1 paket 1 paket 5,000,000
Sub Total 138,250,000
B In Class
9 Sewa LCD 300,000 1 unit 6 hari 1,800,000
10 Honoraria
10.a Facilitator 2,000,000 2 orang 6 hari 24,000,000
10.b Narasumber :
10.b.1 Business Motivation 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.2 Enterpreneurhip 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.3 Business Management 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.4 SWOT 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.5 Pembuatan Proposal dan Channeling 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
10.b.6 e-Commerce 2,000,000 1 orang 1 hari 2,000,000
11 Notulensi 250,000 2 orang 6 hari 3,000,000
Sub Total 40,800,000
C Out Class
12 Honoraria
12.a Pendamping/Asistensi 500,000 2 orang 9 hari 9,000,000
12.b Instruktur 1,000,000 2 orang 9 hari 18,000,000
12.c Kunjungan Industri 3,000,000 4 tempat 1 paket 12,000,000
Sub Total 39,000,000
Total 218,050,000

Contoh Proposal : T o r Sepeda Gembira


T o r
Sepeda Gembira

Pendahuluan

Sepeda bagi warga Jogja tidak hanya sekedar alat tranportasi, tetapi telah menjadi identitas – branding budaya Jogja.
Kebanggaan warga Jogja dengan sepedanya cukup beralasan karena bagi para pengamat social budaya, ciri masyarakat demokratis bisa dilihat dari perilaku pemakai jalan raya bila warganya menghormati pemakai sepeda berarti warga tersebut sadar demokrasi dan Jogja pengendara sepeda tidak hanya di hormati tetapi telah menjadi ikon Jogja dengan slogan Sego Segawe bersepeda untuk Sekolah dan Bekerja, rambu lalu lintas dan jalur sepedapun telah dibuat sebuah langkah maju bagi kominitas sepeda, dan semakin memantapkan Jogja sebagai barometer demokrasi Indonesia.
Bersepeda saat ini tidak hanya masalah transportasi saja tetapi telah berkembang ke issue-isue lingkungan dan pemanasan global bahwa untuk mengurangi polusi udara perkotaan sangat disarankan pengurangan emisi polusi dengan bahan bakar ramah lingkungan, salah satunya adalah dengan menggalakan pemakian sepeda dan kota Jogja mendapat predikat kota yang rendah kadar polusinya.
Bersepeda di Jogja disamping menjadi transportasi tradisional kemunculannya kembali atau menjadi Up to Date pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak muda kreatif dengan meredesain sepeda lawas dengan desain-desain menarik jadilah sepeda Onta sehingga muncul merek merek terkenal sepeda Oenthel Tempoe Duloe seperti Gazele,Simplex,Phonix dll, kemudian terus berkembang sampai muncul sepeda-sepeda sport seperti sepeda Polygon yang harganya bisa melebihi harga sepeda motor. Komunitas bersepedapun terus berkembang dan beragam, bersepeda tidak hanya kebutuhan transportasi individual tetapi telah berkembang menjadi komunitas dan Gaya Hidup.
Dan bersepeda dijadikan terapi kesehatan oleh para pakar kedokteran.
Istilah wong Jowo bersepeda telah munggah Drajate dulu orang bersepeda identik dengan orang tidak mampu sekarang justru sebaliknya menjadi Life Stylle.
Dengan melihat arti pentingnya bersepeda perlu diadakan event-event yang terus mendukung existensi bersepeda sebagai ikon Jogja.

Maksud dan Tujuan

1. Memantapkan sepeda sebagai ikon Jogja
2. Memberi wadah kreatifitasan warga Jogja
3. Mensukseskan program Sego Segawe
4. Mengurangi kadar polusi kota
5. Mengapresiasi issue Pemanasan Global
6. Kampanye hidup sehat
7. Membuat kalender event sepeda tahunan bersekala nasional

Nama Kegiatan

Sepeda Gembira TOUR De PARIS – JAKAL
Ada tiga opsional rute
1.Peserta kumpul dan Start dari Monumen Monjali lalu mengikuti rute kearah jalan Kaliurang (Jl.Jakal) terus ke timur menyusuri ring road timur ke selatan ke jalan Parang Tritis (Jl.Paris) dan finish di Piramide Resto
2. Jalan Paris dengan start di Piramide Resto lalu menyelusuri ring road timur melewati jalan Jakal dan finish di Monumen Jogja Kembali
3. Monumen monjali lurus keselatan melewati Malioboro – Kraton – Gading – Krapyak lalu ke jalan Paris dan finish di Piramide Resto.

Event ini memanfaatkan plesetan gaya Jogja dari moment tour-relly legendaries dunia yaitu Tour de Paris – Dakkar menjadi tour sepeda Gembira yang kebetulan nama tour tersebut punya padanan plesetan tempat di Jogja yaitu Paris ke dalam Jl Parangtritis yang biasa disingkat dengan Paris. Sedangkan Dakkar mirip atau bisa diplesetkan dalam Jakal yang di singkat dari Jl.Kaliurang.
Dan image-image tentang route taur de Paris-Dakkar juga terdapat di Jogja yang dijadikan Strat-Finishnya kegiatan yaitu Resto Piramide dan Monumen Monjali yang bisa diimeagekan dengan Pirameda 2 Mesir-gurun-gurun Afrika.

Tehnis Pelaksanaan

1.Pelaksana tehnis adalah Lembaga Yantra
Sponsor Utama adalah Pemkot dan Co sponsor
2.Peserta dibagi dalam dua kreteria yaitu;
a. perorangan
b. Group
3.Sistem penjurian
a. Sistem undi doorprize
b. Sepeda Unik
c. Sepeda antic-lama
d. Kekompakan Team untuk kelompok
e. keunikan kontum team maupun perorangan
4. waktu adalah 31 Desember 2009 sebagai agenda acara akhir tahunan.

Out put

Out put bagi pemkot adalah sosialisasi kebijakan politik Sego Segawe juga sosialisasi dalam rangka kota minim polusi dan partisipasi kampaye global warming

Bagi sponsor terkait adalah Branding dan Promosi

Dewan Juri

1. Perwakilan pemkot
2. Perwakilan LSM
3. Perwakilan Dinas pariwisata
4. Perwakilan dari Klub Sepeda

Hadiah

-

Biaya

(terlampir)

Penutup